Jumat, 22 Mei 2009

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penulis ingin mengetahui survey dan teknik pemetaan dengan menggunakan kompas untuk mengamati waduk/danau buatan yang diperlukan bagi pengembangan survey dan pemetaan wilayah danau ataupun waduk pada umumnya yang dapat menunjang kebutuhan penelitian.

Survey dan pemetaan keadaan lokasi waduk adalah usaha dan kegiatan untuk mengumpulkan data kondisi lingkungan. Kondisi yang disajikan melalui peta memberikan gambaran yang jelas mengenai panjang maksimum (P), lebar maksimum (L), luas area (A), lebar rata-rata (L), kedalaman maksimum (dm), kedalaman rata-rata (d), volume (V), keliling/garis pantai (K), pengembangan garis pantai (Kp), dan kurve hisografik serta kurve kedalaman-volume.

Waduk atau danau buatan adalah genangan air yang terjadi akibat pembendungan air atau sungai dan bersifat bukan alami. Pembendungan aliran air ini berlangsung melalui pembangunan dam pada suatu aliran air, sehingga akan mengakibatkan terjadinya perubahan ekosistem perairan mengalir (lotik) menjadi perairan tergenang (lentik).

. Untuk dapat memanfaatkan, mengelola dan melestarikan potensial sumber daya danau buatan atau yang dikenal dengan waduk maka penyediaan data inventarisasi kekayaan danau buatan dan peta waduk diperlukan bagi perencanaan yang cermat serta pelaksanaan yang efektif dan efisien.

1.2 Tujuan Praktikum.

Adapun tujuan pelaksanaan praktikum limnologi yang berjudul “Pemetaan dan Morfometrik Perairan Lentik” ini adalah mengetahui penentuan posisi dan keadaan waduk dengan menggunakan kompas untuk kemudian menggambarkan koordinat yang didapat dalam bentuk peta. Dan manfaat praktikum ini adalah mengetahui penentuan posisi untuk memudahkan penemuan kembali titik yang telah ditentukan serta memudahkan pengeplotan area kedalam peta untuk keperluan analisis keruangan.

1.3 Manfaat Praktikum

Manfaat praktikum ini adalah mengetahui penentuan posisi untuk memudahkan penemuan kembali titik yang telah ditentukan serta memudahkan pengeplotan area kedalam peta untuk keperluan analisis keruangan.


II. TINJAUAN PUSTAKA

Perairan waduk berdasarkan bentuknya diklasifikasikan atas tipe danau (lake type), tipe sungai (river type), dan tipe bercabang (multiple branched type) (Hadiwigeno, 1990). Pembangunan waduk serbaguna diperuntukkan bagi keperluan pencegah banjir, pembangkit tenaga listrik, dan sebagai penampung air yang digunakan untuk konsumsi saat musim kemarau. (Jorgensen, 1980)

Umumnya ciri-ciri danau buatan ini adalah adanya fluktuasi tinggi permukaan air dan tingginya turbiditas air (Koesoebiono, 1997), selanjutnya Siagian (1997) mengemukakakan bahwa pada waduk terjadi fluktuasi air masuk dan air keluar sehingga ada pergantian nutrien yang menyebabkan produksi primer pada waduk lebih besar dibandingkan dengan danau.

Waduk atau Danau buatan adalah genangan air yang terbentuk karena pembendungan aliran air bukan alami (man made lake) pembendungan ini dapat mengubah ekosistem perairan mengalir (lotik) menjadi ekosistem perairan tergenang (lentik) yang akan mempengaruhi kehidupan biota asal (Sihotang, 1988). Selanjutnya menurut Peraturan Pemerintah No 35 tahun 1991 tentang sungai yang dimaksud dengan waduk adalah wadah air yang terbentuk akibat dibangunnya bangunan bendungan dan bentuk pelebaran alur/ badan dan palung danau.(Presiden RI, 1991).

GPS adalah sistem radio navigasi dan penentuan posisi dengan menggunakan satelit. Nama formalnya adalah NAVSTAR GPS, kependekan dari “Navigation Satellite Timing and Ranging Global Positioning System”, sistem yang dapat digunakan oleh banyak orang sekaligus. Dalam segala cuaca, ini didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga dimensi yang teliti, dan imnformasi mengenai waktu secara kontinu diseluruh dunia. Arsitektur dari sistem GPS disetujui oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1973. Satelit yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1978, dan secara resmi sistem GPS dinyatakan operasional pada tahun 1994. Biaya pembangunan sistem

Perbandingan antara jarak sebenarnya dengan ukuran pada peta yang biasa disebut dengan skala, secara lebih jelas didefinisikan Takasaki (1983) sebagai besarnya reduksi yang diambil untuk peta yang dibuat, terhadap areal permukaan bumi yang sesungguhnya.

Rawi (1993) menyatakan bahwa ciri khas survey dan pemetaan adalah dikumpulkannya data yang lebih lengkap sehingga akan memberikan gambaran yang jelas mengenai suatu perairan waduk atau danau dan lingkungannya.

Sistem koordinat adalah sekumpulan aturan yang menentukan bagaimana koordinat-koordinat tersebut mempresentasikan titik-titik. Aturan ini biasanya mendefinisikan titik asal (origin) beserta beberapa sumbu-sumbu koordinat yang digunakan untuk mengukur jarak dan sudut untuk menghasilkan koordinatkoordinat (Rockville dalam Prahasta 2002).

III. BAHAN DAN METODE

3.1 Waktu dan Tempat

Praktikum yang berjudul “Pemetaan dan Morfometrik Perairan Lentik” dilaksakan pada tanggal 16 November 2006, pukul 08.30 – 10.30 WIB. Praktikum ini dilaksanakan di lapangan tepatnya di Waduk Fakultas perikanan dan ilmu kelautan dan dianalisis kembali diLaboratorium Limnologi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau, Pekanbaru.

3.2 Bahan dan Alat

Pada praktikum limnologi ini alat- alat yang digunakan adalah kompas yang kegunaannya adalah untuk menentukan arah suatu objek terhadap utara magnetis bumi, alat ini merupakan alat yang sangat penting dalam pelaksanaan praktikum pemetaan dan morfometrik perairan lentik, meteran diperlukan untuk mengukur jarak titik pandang pertama dan kedua, tali plastik dan planimeter. Kompas dan tali plastik telah ditentukan agar dibawa oleh praktikan sedangkan alat lainnya disediakan oleh asisten.

3.3 Metode Praktikum

Praktikum limnologi yang berjudul pemetaan dan morfometrik perairan lentik ini dilakukan dengan metode survey, yaitu dengan melakukun kegiatan peninjauan, pengamatan dan pengukuran serta pengambilan data dan informasi melalui pengamatan langsung dilapangan.

3.4 Prosedur Praktikum

Adapun prosedur pelaksanaan praktikum limnologi ini adalah : menentukan lokasi yang akan disurvey tepatnya waduk fakultas perikanan dan ilmu kelautan, kemudian menentukan titik pandang pertama dan kedua dengan jarak 5 meter, selanjutnya menentukan 8 titik pengamatan pada lokasi dimana dilakukannya survey oleh asisten yang ikut turun kelapangan, membaca besar derajat yang ditunjukkan oleh kompas setelah mengarahkannya kepada 8 titik pengamatan yang telah ditetapkan secara berturut-turut dimulai dari titik pengamatan pertama yang kemudian dilanjutkan ke titik pengamatan kedua. Setelah besar derajat didapat dari titik pengamatan pertama dan kedua pekerjaan selanjutnya adalah menggambarkan derajat tersebut kedalam kertas sebagai data sementara untuk keperluan analisis kembali diruangan.

IV.HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Dari praktikum pemetaan dan morfometrik perairan lentik yang telah dilaksanakan maka didapatkan hasil sebagai berikut :

Tabel hasil pengamatan praktikum limnologi

Titik Pandang

Titik Pengamatan I

Titik Pengamatan II

1

1300

1200

2

1450

1450

3

1600

1690

4

1840

1750

5

2100

2000

6

2300

2250

7

2550

2460

8

2630

2550

Pada pemetaan ini menggunakan skala 1 : 500, dengan jarak sebenarnya 5 m dilapangan. Dan sisi kemiringan dari pemetaan ini pada pengamatan pertama adalah 3400 dan pada sisi kedua 3200.

Gambar 1. Posisi Waduk Faperika


4.2 Pembahasan

Setiap parameter dari sistem koordinat tersebut dapat dispesifikasikan lebih lanjut dan bergantung pada spesifikasi parameter yang digunakan maka dikenal beberapa jenis sistem koordinat. Penjelasan yang lebih mendetail tentang sistem koordinat ini dapat dilihat di (Krakiwsky Dan Well, 1994). Suatu penspesifikasian sistem koordinat dibagi dalam tiga pengklasifikasian berdasarkan parameternya yaitu : Lokasi titik 0, geosentrik (dipusat bumi), toposentrik (dipermukaan bumi), Lokasi titik 0, terikat bumi (Earth fixed), terikat langit (Space fixed), Lokasi titik 0, jarak (kartesean X, Y, Z), geodetis (q, h).

Perairan waduk adalah badan air yang terbentuk karena pembendungan aliran air sungai oleh manusia. Kehadiran suatu waduk akan mengubah ekosistem daratan menjadi perairan yang akibatnya akan merubah tatanan sosial ekonomi dan budaya yang telah ada. Waduk dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya perikanan air tawar, stasiun penelitian, unit pembinaan perikanan dan perairan umum (UPPU) dan objek wisata (Asmawi, 1986).

Abidin (2000), posisi suatu titik biasanya dinyatakan dengan koordinat (dua-dimensi atau tiga dimensi0 yang mengacu pada suatu sistem koordinat tertentu. Sistem koordinat itu sendiri didefinisikan denga menspesifikasi tiga parameter berikut, yaitu : Lokasi titik nol dari sistem koordinat, Orientasi dari sistem koordinat, dan Besaran (kartesian, curvilinear) yang digunakan untuk mendefinisikan posisi suatu titik dalam sistem koordinat tersebut.

Menurut Welch, P. S (1952) faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika suatu perairan/waduk yaitu di antaranya pH perairan, suhu, kecerahan suatu perairan, O2 terlarut dari suatu perairan, dan CO2 bebas yang terdapat pada perairan darat.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Maka Dari praktikum yang dapat di simpulkan bahwa setiap perairan terdapat perkembangan yang dinamis sehingga suatu spesies dapat lebih dominan dari pada yang lain pada interval yang relatif pendek sepanjang tahun. Spesies yang dominan pada suatu bulan sering kali menjadi spesies yang langka pada bulan berikutnya digantikan oleh spesies yang lebih dominan. Serta bentuk waduk yang berbentuk lingkaran yang tidak teratur atau tidak terlalu bulat karena adanya cekungan-cekungan pada bulatan.

5.2 Saran

Maka Dalam pelaksanaan praktikum semestinya praktikan memperhatikan penjelasan dengan seksama agar praktikum berjalan dengan baik. Dan juga diharapkan agar asisten dapat bersikap lebih tegas terhadap pratikan.

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, H. Z. 2000. Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya. Padya Paramita. Jakarta.

Edge, P and P, Misra. 1999. “Scanning The Issue/Technology Special Issue on Global Positioning System” proceeding of the IEEE, volume 87, NO 1. January. Pp 1-17.

Hadiwigeno, 1990. Petunjuk Praktis Pengelolaan Perairan Umum bagi Pembangunan Perikanan. Departemen perikanan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertania. Jakarta, 80 hal.

Jorgensen, S. E. 1980. Lake Management. Pergamon Press. Oxford. 167 p.

Koesoebiono, 1997. Dasar-Dasar Ekologi Umu. Bagian V (Ekologi Perairan). Sekolah Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor, 58 hal.

Krakiwsky, E. J. 1994. “Smart Vehicles : Innovations In Vehicle Tracking and Navigation” GPS Word, Volume 5, NO 2, February, pp42-46.

Presiden RI, 1991. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. No 35 Tahun 1991 tentang sungai. Sekretaris Negara RI. Jakarta, 14 hal.

Rawi, S. 1993. Survey dan Pemetaan wilayah Pantai. Dinas Hidro Oseanografi, MABES TNI AL. Jakarta, disampaikan dalam seminar Teknik Pantai LPTP-BPP Teknologi bekerjasama dengan JICA. Yogyakarta. 10 hal.

Rockville, Md. 1996. “Geodetic Glossary”. National Geodetic Survey.

Siagian, M. 1997. Diktat Kuliah Ekologi Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau, Pekanbaru, 57 hal.

Sihotang, C. 1988. Limnologi I. Diktat Perkuliahan Mata Kuliah Limnologi I. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau. 60 hal (tidak diterbitkan).

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum tentang ”Pemetaan dan Morfometrik Perairan Lentik” ini sesuai dengan waktunya.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen dan para asisten yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama praktikum serta semua pihak yang telah membantu dan memberi dukungan dalam penyusunan laporan ini.

Penulis menyadari dalam penyusunan laporan ini tidak terlepas dari kekurangan di dalam penulisan dan penyusunannya. Oleh karena itu, sangat diharapkan kritikan dan saran yang membangun menuju perbaikan ke arah kemajuan dari berbagai pihak untuk kesempurnaan laporan selanjutnya.

Pekanbaru, Nov 2006

Pratikan

DAFTAR ISI

ii

Halaman

KATA PENGANTAR................................................................................. i

DAFTAR ISI............................................................................................... ii

DAFTAR GAMBAR.................................................................................. iii

DAFTAR TABEL....................................................................................... iv

DAFTAR LAMPIRAN............................................................................... v

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang.......................................................................... 1

1.2. Tujuan ...................................................................................... 2

1.3 Manfaat..................................................................................... 2

II. TINJAUAN PUSTAKA................................................................. 3

III. BAHAN DAN METODE.............................................................. 5

3.1. Waktu dan Tempat.................................................................... 5

3.2. Bahan dan Alat.......................................................................... 5

3.3. Metode Pratikum....................................................................... 5

3.4. Prosedur pratikum..................................................................... 6

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN..................................................... 7

4.1. Hasil.......................................................................................... 7

4.2. Pembahasan ............................................................................. 8

V. KESIMPULAN DAN SARAN..................................................... 9

5.1. Kesimpulan............................................................................... 9

5.2. Saran ...................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR

iii

Halaman

1. Posisi Waduk Faperika ............................................................................. 9


DAFTAR LAMPIRAN

v

Halaman

1. Alat-alat yang digunakan............................................................................ 12


DAFTAR TABEL

iv


Halaman

1. Hasil Pengamatan dalam Praktikum Limnologi............................................. 7



LAMPIRAN


LAPORAN PRAKTIKUM LIMNOLOGI


PEMETAAN DAN MORFOMETRIK

PERAIRAN LENTIK

OLEH :

S I L F I A

0504110957

LABORATORIUM LIMNOLOGI

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS RIAU

PEKANBARU

2006

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar